Metode Tahassan
Apa itu Metode Tahassan?
Metode Tahassan adalah metode pembelajaran yang dirancang untuk memudahkan
seseorang dalam belajar dan membaca Al-Qur’an. Teknik ini dilakukan dengan cara
mengeja huruf Hijaiyah satu per satu agar setiap huruf dikenali dengan benar.
Jika sejak kecil Anda pernah diajari “alif jabar a, alif kajer i, alif kapes u,
A – I – U” maka itulah bagian dari Metode Tahassan.
Metode ini telah ada sejak tahun 1989,
diajarkan oleh Kyai Mughni Mochtar Subiandono bin Kyai Arsyisy Abdul Haq
bin Kyai Hasan Mufrod dari Kota Magelang Pengasuh Pesantren Phin
Nuur Magelang. Selama puluhan tahun, metode ini terbukti berhasil
melahirkan ribuan pembelajar Al-Qur’an yang fasih dan tepat dalam bacaan
(tahsin).
Beberapa dekade kemudian, cucu
beliau, KH. Mujahid Abdul Jabbar, Lc., Al-Hafidz—yang telah menimba ilmu
di Mesir—menyempurnakan metode ini pada tahun 2017. Setelah berguru
kepada para masyayikh di Provinsi Cairo dan Manufiyyah, daerah Arab Raml/Arabul
Qur’an, beliau menemukan bahwa metode yang diajarkan oleh sang kakek ternyata
memiliki DNA yang sama dengan Metode Baghdadi, yaitu metode tertua yang
digunakan di seluruh dunia dan dipakai untuk mengajar oleh para guru Al-Qur’an.
Kata Tahassan sendiri berasal
dari bahasa Arab: ḥasanun (حَسَنٌ) yang berarti baik.
Sedangkan taḥassun (تَحَسُّن) berarti menjadi lebih baik.
Harapannya, penyempurnaan dalam Metode Tahassan dapat membantu setiap orang
memperbaiki dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’annya, karena membaca
dengan baik adalah dasar fundamental bagi setiap muslim.
Metode
Tahassan tidak hanya berakar pada tradisi keilmuan, tetapi juga terinspirasi
dari para ulama besar. Salah satu sosok yang menjadi inspirator utama adalah Syaikh
Baidhawi, Ulama Nusantara yang dikenal luas dalam dunia ilmu Al-Qur’an
dan tafsir. Selain itu, beliau menjadi guru spiritual Pangeran
Diponegoro, sang pejuang sekaligus guru ruhani, yang kedua tokoh
tersebut merupakan Kakek dari penyusun. Warisan spiritual dan
intelektual inilah yang membentuk karakter Metode Tahassan: bukan sekadar
teknik membaca, tetapi juga adab, ketulusan, dan nilai luhur dalam mempelajari
Al-Qur’an.
Mengapa
Harus Menggunakan Metode Tahassan?
1.
Cocok untuk Semua Usia
Metode Tahassan fokus pada
pengucapan huruf demi huruf secara bertahap, sehingga mudah dipahami, mudah
dipraktikkan, dan dapat diterapkan mulai dari anak-anak hingga dewasa.
2.
Pembelajaran yang Detail
Dalam metode ini, Anda akan memahami
secara rinci apa yang dibaca: bagaimana bunyinya, bagaimana tempat keluarnya
huruf (makhraj), serta kaidah hukumnya. Belajar menjadi lebih sadar dan
terarah.
3.
Mudah Diingat dengan Pola Bacaan
Metode Tahassan menggunakan pola
pengulangan yang sederhana. Anda membaca satu huruf, kemudian huruf kedua, lalu
mengulang dari awal, dan seterusnya. Pola ini memudahkan otak dalam mengingat
dan membentuk kebiasaan membaca.
4.
Memperkuat Hafalan (Mutqin)
Bagi para penghafal Al-Qur’an, pola
berulang dari kata per kata akan membantu hafalan menjadi lebih kuat dan minim
lupa.
Visi Metode Tahassan adalah menjadi metode
unggulan dalam membimbing umat belajar Al-Qur’an dari nol sampai fasih dan
mutqin. Visi ini lahir dari komitmen untuk menghadirkan pembelajaran
Al-Qur’an yang terstruktur, mudah dipahami, dan mampu mengantarkan setiap
pembelajar—baik anak-anak maupun dewasa—menuju bacaan yang benar, fasih, dan
bermutu tinggi.






